Secarik kertas

Secarik kertas

  • WpView
    Reads 836
  • WpVote
    Votes 254
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 5, 2019
Cinta lewat Secarik Kertas. Aneh, tapi nyata. Seperti kisah Cinta Dinda dan Al. Kisah Cinta mereka hanya melalui secarik kertas. Al yang sudah lama memendam perasaan nya ke Dinda, tapi Al tidak bisa mengatakan nya secara langsung. Akhirnya Al hanya bisa mengatakan nya lewat secarik kertas yang berisi tulisan bagaimana perasaan nya pada Dinda yang biasa ia simpan di laci meja Dinda. Awalnya Dinda tidak peduli dengan secarik kertas itu. Namun, semakin lama akhirnya Dinda Penasaran dengan siapa penulis sekaligus pengirim secarik kertas tersebut. Ikuti kisah nya yuk!
All Rights Reserved
#159
suratcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • ATMA YANG HAMPA
  • Dia dan Doa
  • Laa Tahzan
  • Cinta Dalam Diam [DI TERBITKAN]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Love Story In Friendship [End]
  • ADA CINTA DIBALIK CADAR

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

More details
WpActionLinkContent Guidelines