Jejak Waktu

Jejak Waktu

  • WpView
    Reads 2,578
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2020
Tentang rasa yang pernah bahagia, kemudian terluka . Kata ini untukmu seseorang yang pernah berbagi tawa juga penabur luka 🥀 Oke guys ini projek baru aku , buat pecinta quotes / rangkaian kata . Silahkan mampir di lapak baru aku 😊 Semoga betah dan tetap bertahan sampai akhir . ©2019
All Rights Reserved
#525
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Paradise
  • Rasa Tanpa Kata
  • Hari-Hari Jatuh dan Patah
  • You Are Mine [Terbit]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • 𝙏𝙧𝙖𝙣𝙨𝙢𝙞𝙜𝙧𝙖𝙨𝙞 𝙈𝙞𝙘𝙝𝙚𝙡𝙡𝙚
  • Perihku Ditinggalkan
  • Malam Membiru.
  • BINA
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines