Percayalah Takdir

Percayalah Takdir

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 19, 2019
WpInfo
Non-Fiction
"kamu percaya akan sebuah keberuntungan dan keajaiban?" itulah pertanyaan yang diberikan Zakira padaku disaat kami baru menginjakan kaki diawal masa perkuliahan, waktu itu kami baru berkenalan dan bertemu pada ospek institut, tapi entah mengapa kami merasa mempunyai sebuah chemistry yang kuat untuk bersahabat. Disaat itu aku menjawab tanpa pikir panjang "aku percaya dan tidak percaya!". Mendengar jawaban yang kuberikan secara asal ira yang cerewet kembali bertanya "kenapa jawabanmu seperti ragu begitu, eii Vanya jawablah.. aku sungguh penasaran dengan jawabanmu, aku dengar kamu bukan orang yang pendiam lalu mengapa sekarang kamu sok-sok imut begitu ?? hellooo... aisss kenapa kamu jadi menyebalkan begitu sih Van?" mendengar Zakira yang berbicara panjang kali lebar seperti itu aku hanya tersenyum, karena aku kurang tertarik dengan pembahasan itu, ada yang lebih menarik perhatianku, yaitu seorang laki-laki dengan gaya pecicilan yang unik.. mau tau kelanjutannya ?? follow, dan coment yaah !!!😍😍😎
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Aslan, Are you my last love?
  • Air Mata Yang Bermakna
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • istriku canduku [COMPLETED]
  • Bulol [NOMIN]✔
  • Fall in love with Ghost
  • With You 나는 행복하다

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines