Story cover for Twins by writemil
Twins
  • WpView
    Membaca 4,606
  • WpVote
    Vote 168
  • WpPart
    Bab 12
  • WpView
    Membaca 4,606
  • WpVote
    Vote 168
  • WpPart
    Bab 12
Bersambung, Awal publikasi Jan 19, 2019
Laura belum pernah merasakan namanya jatuh cinta dan sakit hati. Ke possesivan Leon saudara kembarnya membuat ia tidak mudah bisa berdekatan dengan pria manapun terkecuali Daddy-nya. 

Laura menginginkan rasanya jatuh cinta seperti anak remaja yang seumuran dengannya. Kata Cheina sahabatnya jatuh cinta itu pokok makanan bagi anak remaja, jarang sekali anak remaja tidak pernah merasakan namanya cinta seperti dirinya.

Menjelang masuk ke bangku SMA Laura bertemu dengan ketua OSIS yang sangat dingin dan tatapan matanya yang tajam. Satu kata first impression Laura saat bertemu dengan ketua OSIS itu " BENCI ". 

Namun siapa sangka kebencian Laura pada David berujung pada rasa yang selama ini ia inginkan. Dan bagaimana dengan kepossesivan Leon yang tak ingin Laura jatuh cinta pada siapapun karena ia mempunyai rasa lebih dari seorang kembaran.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Twins ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#22mos
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
[END] High School of Mystery: Russet Case oleh IchiHikaru
27 bab Lengkap
[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
[END] High School of Mystery: Russet Case cover
Unexpected Way cover
The Way You Looked at Me cover
CINTA KETUA OSIS cover
LIVIA ✔ cover
OSIS OR OH SHIT?! cover
Asmara OSIS cover
RUANG RINDU cover
Cinta cover

[END] High School of Mystery: Russet Case

27 bab Lengkap

[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.