Jangan Menebak Cinta

Jangan Menebak Cinta

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 22, 2019
Cinta itu penuh dengan pengharapan. Jika tak mau merasakan apa itu pengharapan, tak usah merasakan cinta. Berani mencintai, berarti berani berharap. Berani berharap maka berani pula untuk meneguk kepahitan. Dan sungguh, sebaik-baiknya cinta, adalah cinta kepada Tuhan. Karena cinta pada manusia mengharapkan manusia, sedang cinta pada Tuhan mengharapkan Tuhan. Kau tahu, Tuhan tak pernah mengecewakan hamba-Nya. Tapi manusia adalah tempat menggantung pengharapan paling menyakitkan. Tak ada yang rumit, selama kau tak banyak harapan, dan tak banyak ekspektasi. Perjalanan menebak masa depan cinta dua orang sahabat perempuan dengan cerita cinta mereka masing-masing. Bagi mereka menyimpan perasaan akan lebih baik, daripada di umbar. Namun dilema mau tidak mau mereka rasakan. Karena rasa yang tak terungkap takkan mudah dipahami oleh yang dicintai, apalagi untuk dibalas. Akankah selamanya mereka mampu menahan dan terus memendam perasaan mereka? :')
All Rights Reserved
#740
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Tertulis Dalam Doa
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • Cinta Dan Pengorbanan
  • untuk damai
  • Mahligai Sunyi
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Past Love Part 1

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines