Mr. Mysterious, I Love You

Mr. Mysterious, I Love You

  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jan 24, 2019
cerita ini hanya fiktif belaka Lisa takut dan dia dia membenci itu . Karena menurut nya itu lemah dan menyedihkan, tapi dia tak bisa menghentikannya, dan yang bisa dia lakukan hanya menyembunyikan. Tapi apa yang terjadi ketika Mariano di vaio seorang pria yang tidak pernah ia kenal bahkan ia temui sebelumnya melewati pertahanan nya dan mengetahui ketakutan nya. Dan bagaimana ketika tidak ada tempat tersisa untuk bersembunyi dari ketakutannya yang paling gelap? Dan apa rencananya?? Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, dan gambar
Todos os Direitos Reservados
#801
wedding
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Secrets and Agreements
  • Angel Baby
  • HYUNA'S LIFE
  • My Best Mate
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • SERENADA BIRU (End)
  • CINTA YANG NYATA

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo