Asa Di Balik Aksara

Asa Di Balik Aksara

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 21, 2019
Bulan Juni awal pertama kali mengecap manis pahitnya dunia aksara. Tertatih-tatih dalam menggoreskan pena tak ayal membuat rasa letih kadang menyapa. Namun, ketika mengingat kembali niatan awal menorehkan tinta yakni dalam rangka mengopinikan Islam. Rasa letih itupun sirna dan berganti semangat membara yang kembali menghiasi langkah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • REGRET [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Hidup Wanita Tulang Kuat dalam Keluarga 380°
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Dia (Omku) Suamiku (COMPLETED) SEBAGIAN CHAPTERS DIUNPUBLISH YA
  • Aksara Kanarga : New
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines