We Met at Twilight || SHORT STORY [✅]

We Met at Twilight || SHORT STORY [✅]

  • WpView
    LECTURES 465
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadTerminé sam., avr. 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak orang berkata 'perbedaan bukanlah masalah'. Apalagi soal asmara. Kalimat itu seakan melekat erat karena sebagian percaya perbedaanlah yang membuat kita saling melengkapi. Tidak. Tidak semua perbedaan itu indah, tidak semua perbedaan itu saling melengkapi, tidak semua perbedaan bisa diterima. Kau tidak percaya? Lihatlah senja yang indah harus ditelan dengan gelapnya malam karena perbedaan warna antara mereka. Banyak yang menyayangkan itu lewat sajak puitis. Namun apa mau dikata? Senja tak dapat bersanding dengan indahnya taburan bintang.
Tous Droits Réservés
#990
short
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • SENJA DI UJUNG KEYAKINAN
  • ELBITHARA
  • KEPERGIAN SENJA
  • Awan Abu-Abu [END]
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Harapan Bunga Terakhir
  • I Love You √
  • Hues of You
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Cahaya Senja

Status: ongoing 🌊 Jangan lupa vote, follow, dan komen ya teman-teman 🫶🏻 Layla pertama kali melihatnya di lorong perpustakaan, sibuk membaca buku tentang filsafat eksistensialisme. Rambutnya acak-acakan, tapi matanya fokus. Sejak saat itu, Leo menjadi pemandangan tetap di ruang baca yang sama-dan suatu hari, mereka tak sengaja berebut buku yang sama. "Kayaknya kita punya selera bacaan yang mirip," kata Leo sambil tersenyum. "Atau kita sama-sama datang terlambat buat ambil buku ini," balas Layla, geli. Percakapan-percakapan kecil itu berubah menjadi pertemuan yang lebih sering. Mereka mulai berdiskusi tentang nilai moral, agama, bahkan Tuhan. Leo, seorang pemuda Kristen dari keluarga berlatar agama yang taat, dan memiliki pandangan terbuka.Begitu juga dengan Layla seorang gadis dari keluarga yang agamais,lembut tapi kokoh dalam prinsip. Hari-hari mereka terasa seperti pelarian dari dunia luar. Di balik dinding perpustakaan dan kafe dekat kampus, cinta tumbuh perlahan-tanpa mereka sadari, atau mungkin, tanpa mereka akui. Akan di bawa kemanakah perjalan cinta ini?? entah berlayar ataupun karam tak ada yang tahu ujungnya seperti apa.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu