My Journey : Deviuskander The Florologist

My Journey : Deviuskander The Florologist

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
WpInfo
Fiction
Historical
"Ketika kau tahu bahwa setiap bunga itu sama, maka anggapanmu salah karena kau kurang teliti. Coba kau periksa bagian inti mereka, pasti mereka berbeda sekali. Bagian inti mereka memang berbeda dan letaknya pun tidak terduga. Terkadang kau tidak bisa menemukannya dan itu wajar" Itu kata-kata ayahnya sebelum mengikuti program wajib militer di Utsmaniyyah. Ketika waktunya tiba untuknya pergi meninggalkan semua yang dicintainya seperti taman bunga beserta yang ada didalamnya, ia harus merelakan semuanya termasuk cita-citanya menjadi ☆Ahli bunga☆. Ia menjalani hidup sebagai tentara yang terdedikasi, menjalani masa-masa yang tidak biasa dan ia terpaksa menjalani semuanya, melewati masa-masa sulit baginya. Akan tetapi, itu membuatnya berfikir cemerlang untuk menemukan apa makna hidup yang ia jalani dan mempelajari pertanyaan besar dalam hidupnya. Dari pendidikan wajib militer, dikerahkan di medan perang hingga mengelilingi dunia. "Hidup bila ingin meraih kebahagiaan, maka kebahagiaan itu bukanlah suatu yang menyenangkan untuk mendapatkannya." Persahabatan, Pengkhianatan, Peperangan, Perseteruan, Sandiwara, semua menjadi satu dalam kehidupan. Akankah ia menyesal apa yang selama ini ia jalani ataukah bahagia? <<Semoga kita bisa meraih kebahagiaan dari apa yang kita jalani selama ini 😁😁😁>> سلام! Hezea Quertebragne
All Rights Reserved
#348
study
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Asmaranala
  • Duchess of Valtor
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • ✅ SUAMI KAISAR
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines