Story cover for Miniature by Aisyah_Fillah
Miniature
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 19, 2019
"Cintu sejati itu satu yang tiada duanya. Tanpa syarat. Dan tak pernah lekang oleh waktu. Aku bertemu cinta itu hanya satu kali, dan itu bukan kamu ke aku. Tapi cinta Allaah ke hamba-Nya."

-Hubba (after)

Rangkaian diksi ini merupakan sebuah miniatur kisah. Bentuk kecil tiruan dari kisah yang real.

Ini tentang Hubba, siswi di salah satu SMP Negeri di Jakarta. Hubba-gadis easy-going yang hobinya main sama cowok maupun cewek. Hubba yang pakai kerudung karena sekolah mewajibkan. Hubba yang terbiasa dengan kata terlambat. Hubba yang percaya Islam, tapi gak kenal Islam lebih dalam.

Dengan seorang lelaki bernama Alfari. Alfari yang sholih. Yang langsung siap-siap sholat begitu dengar adzan. Alfari yang, rasanya sekalipun gak pernah menjadi korban keterlambatan. Alfari yang juga tetap main sama teman cowok lainnya, tapi tetap menjaga dari yang haram.

Hubba dan Alfari, insan yang amat berbeda. Tapi skenario Sang Maha Pencipta mempertemukan mereka. Lauhul mahfuzh menuliskan mereka untuk bertemu, di masa main-main. Masa peralihan seorang anak-anak menjadi remaja.

Hubba yang sembrono, dengan Alfari yang terjaga.
All Rights Reserved
Sign up to add Miniature to your library and receive updates
or
#350hijrah
Content Guidelines
You may also like
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika by AnggitaWindu
10 parts Complete
"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.
You may also like
Slide 1 of 9
The Girl Who Made Me Sujud cover
Kusebut Namanya Dalam Akad cover
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika cover
Janji Diujung Doa  cover
Mahligai Cinta [END]✓ cover
SEGITIGA CINTA cover
Kisah Cinta Gus Zain Dan Ayla cover
ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE) cover
Berlabuh di Takdir-Nya cover

The Girl Who Made Me Sujud

12 parts Ongoing

"Bukan karena dia sempurna... tapi karena dia menunjukkan jalan menuju Yang Maha Sempurna." Alfarezel Akhmar Nizama, biasa dipanggil Alfarez, ia tumbuh dalam keluarga yang utuh tapi tak pernah benar-benar ada untuknya. Kasih sayang tak pernah menyapa pintu rumahnya. Ayah dan ibunya sibuk dengan dunia mereka sendiri, meninggalkan Alfarez kecil dalam dekapan satu-satunya cahaya hidupnya: sang nenek. Hidup yang keras dan penuh luka membuat Alfarez menjelma jadi pria pemberontak. Tawuran, geng jalanan, alkohol semua jadi pelampiasan amarah dan kehampaan. Namun satu hal yang tak pernah disentuhnya: perempuan. Bukan karena tak bisa, tapi karena ia tak percaya pada cinta. Hingga ia bertemu Alea, Almahyra Azalea Fauqiyya. Gadis berjiwa lembut, penuh kedamaian, dan bersinar dengan akhlak yang indah. Wajahnya menenangkan, kata-katanya menyentuh hati, dan kehadirannya perlahan-lahan menyentuh bagian jiwa yang paling gelap dalam diri Alfarez. Bersama Alea, Alfarez mulai mengenal kembali cahaya yang sempat hilang. Bukan hanya tentang cinta antar manusia, tapi cinta yang lebih agung-cinta kepada Allah. Alea tak pernah memaksa, tapi dengan kelembutannya, dia menuntun Alfarez untuk sujud... bukan karena cinta padanya semata, tapi karena hidayah yang mulai mengetuk. Sebuah kisah tentang luka, perubahan, dan perjalanan pulang menuju cahaya. Karena terkadang, Allah mengirim seseorang untuk mengubah segalanya.