We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lelaki Hujan & Perempuan Senja

Lelaki Hujan & Perempuan Senja

  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 14, 2019
WpInfo
Non-Fiction
sore itu... lelaki hujan duduk di bangku sebuah taman warna gelap sudah mewarnai awan-awan tak sabar ditunggunya hujan datang hujan yang telah lama ia rindukan sore itu... perempuan senja duduk di bangku sebuah taman seperti biasa ia menikmati langit yang mulai petang menunggu datangnya jingga yang beriringan tapi langit hanya berhias gelap awan sore itu... setelah sekian lama dalam penantian perempuan senja dan lelaki hujan dikecewakan gelap awan tak berubah jadi hujan senja tak terlihat, tertutup mendung kelam sore itu... dua orang telah dikecewakan perempuan senja dan lelaki hujan tak dapat menemui hal-hal yang mereka rindukan tak dapat melihat sesuatu yang mereka nantikan sore itu... perempuan senja dan lelaki hujan duduk di bangku taman menyembunyikan sesuatu yang mereka nantikan seseorang yang sesungguhnya mereka rindukan yang perlahan terkikis dari ingatan sebenarnya... sore itu... perempuan senja dan lelaki hujan saling merindukan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Kita Tak Lagi Saling Memiliki
  • rain untuk senja
  • ARGA [REVISI]
  • Senja
  • SENJA NATA [END]
  • Teruntuk Mia
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • Senja dan Langitnya
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]

Langit sore berwarna jingga, tapi kehangatannya tak sampai ke dada. Di bangku taman yang dulu jadi saksi tawa mereka, Noval duduk sendiri, memeluk kenangan yang perlahan berubah jadi luka. Di kepalanya, suara Nayla masih bergema - lembut, penuh kasih, seakan gadis itu masih ada di sisinya. Tapi yang tersisa hanyalah bayangan, samar dan tak terjangkau. "Kalau hidup ini buku, aku mau berhenti di bab yang ada kamu," gumam Noval, suaranya nyaris tenggelam dalam hembusan angin. Tapi hidup bukan buku yang bisa dihentikan sesuka hati. Halaman demi halaman terus terbuka, membawa cerita baru, meski tokoh yang paling dicintai tak lagi ada. Karena kadang, cinta tak selalu berarti memiliki. Kadang, cinta adalah berani melepaskan, bahkan jika yang tertinggal hanya kehampaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines