Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
My Possesive Boy Friend

My Possesive Boy Friend

  • WpView
    LECTURES 1,958
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juin 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dengan nafas yang masih terengah Akibat lari belum lagi ia harus melopat Gerbang belakang sekolanya,belum lagi harus berhati hati supaya tidak bertemu Sang pujaannya. Dengan baju sudah tidak karuan,nada berjalan Menerusuri koridor yang sepi karena anak anak Tengah belajar di dalam kelas "Ahkkkkk..."seseorang menarik tangan nada "Kamu ngapain masih keluyuran di sini?bukan nya Di kelas kamu udh ada guru?dan kenapa penampilan kamu berantakan Kyk gini?"tanya daffa bertubi tubi pada nada. ......... "Kenapa diam?"tanya daffa sambil mengguncang tubuh nada "Hmmmm...aku tadi kesiangan maka nya sekarang masih di sini"sambil menunjukan senyum nya dan tanpa rasa bersalah semalam bukan nya udh aku ingatin jangan sampai telat!!bentak daffa "Maaf"jawab nada dengan suara lirih dan hampir terisak
Tous Droits Réservés
#333
penyakit
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALVASANDRA
  • Hope You Know
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Bad and Good
  • Transmigrated as twins
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Not You Or Me But We (End)
  • RE-SILIENCE (END)

##NOT B×B## Bagaimana jika keluarga yang kau anggap keluarga kandung ternyata hanya orang asing yang merawatmu. "Kami adalah keluarga mu, son." "Om jangan ngaku-ngaku, udah jelas aku anaknya Papa Bastian sama Mama Alena." "Dia bukan adik aku Dad, adik aku cuma satu dan dia udah nggak ada!" "Lihat baik-baik boy, dia jelas adikmu. Dia mirip sekali dengan momy." "Jangan biarkan mereka mengambil anak kita, Bastian! LAKUKAN SESUATU!!" "Bagaimanapun Alfan adalah putra Papa!" "SINGKIRKAN TANGAN LO DARI ADIK GUE SIALAN!!" "Aku nggak mau ikut mereka, Ma!!" "Itu tidak akan terjadi sayang, Mama tidak akan membiarkan mereka membawah, Al!" Perebutan hak asuh dari kedua keluarga terpandang menyebabkan perang dingin ketika kedua belah puhak saling mempertahankan. ...

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu