aku trauma

aku trauma

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
menceritakan kisah hidupnya seorang anak yang penuh dengan kesedihan perasaan trauma dan penderitaan selama ini apa lagi ditambah dia ditinggal ibunya sejak kecil yang membuat dia trauma dengan suara ambulan karna mengingatkan dia dengan sang ibu yang tlah tiada dan ditambah lagi bapaknya yang pergi ntah kemana meninggalkan dia berdua dengan sang kakak. hidupku tidak seindah seperti temen temenku aku hanyalah anak yang ditinggal ibu dan bapak yang pergi entah kemana meninggalkanku dengan sang kakak yang membuatku harus tinggal dengan keluarga dari ibuku dan ditambah lagi dengan penderitaan ku saat disekolah. aku sangat membenci hidupku, benci sekolah, benci dengan lelaki, dan aku juga benci dengan suara ambulan aku trauma dengan suara itu karna ketika aku mendengar suara itu aku keinget ibuku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • BENCI DALAM DOA
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Waktu?
  • A Fractured Soul
  • HAPPY ✅
  • DENNIES
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Secangkir Teh

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines