Arya Dirgantara

Arya Dirgantara

  • WpView
    Membaca 403
  • WpVote
    Vote 110
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 11, 2019
Kita tidak pernah tau akan bertemu siapa kita nanti, akan jatuh kepada siapa hati kita nanti, dan akan bersama siapa kita dimasa depan nanti. Namun, bersyukurlah. Semua pasti ada alasannya mengapa kamu mengenal dia? Mengapa kamu jatuh hati padanya? Dan mengapa kamu ingin selalu bersamanya? Seperti halnya Nana Febriana, Gadis SMA yang digemparkan oleh kehadiran sosok Arya si biang onar disekolah. Nana tidak pernah menyesal mengenal sosok Arya, banyak hal yang Nana pelajari dari seorang Arya Dirgantara. _Untuk janji yang ingin ku tepati_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#29
arya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Almost Us
  • Takdir Tak Sejalan
  • Only You
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • CINTA SENDIRIAN
  • Benang Takdir Aira
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Kisah Ferrel {END}

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan