We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kamu Tahu Rasa Perjuangan(?)

Kamu Tahu Rasa Perjuangan(?)

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 12, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa gula itu Manis. Rasa garam itu Asin. Rasa perjuangan itu bagaimana? Menyebalkankah atau menyusahkan? Kembali ke Kota dimana Ia harus melupakan masa lalu tentang kisah Cintanya yang dulu. Namun Ia harus kembali untuk bertemu dengan seseorang yang pernah Ia sukai di masa liburan kuliahnya. Mencintai bukan hal mudah untuknya, karena rasa minder dan pesimis adalah hobi utamanya dikala pendekatan. Namun, kepekaan merupakan hal yang menyebalkan jika Ia harus melakukannya. Semakin peka, maka Ia semakin terlihat bodoh. Tapi, kali ini Ia ingin memperjuangkan Kisahnya dengan seorang perempuan yang tidak dia ketahui akhir kisahnya. Di terima? Di tolak? Di Cintai? Di Hianati? Atau? Semua hanya akan tersimpan dalam hati saja? Ini bukan kisah tentang Cinta, namun bagian dari perjalanan itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • fortnight (completed)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Yes, That's Love
  • Strawberry
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines