I love you soo bad Arkasa

I love you soo bad Arkasa

  • WpView
    LECTURES 593
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 12, 2019
WpInfo
Fanfiction
"Jangan tersenyum saya gak suka."Arkasa mengikuti Dea sambil memayunginya. Langkah Dea terhenti membuat Arkasa ikut berhenti. Dea berbalik menghadap Arkasa. "but i don't cry." Tegas Dea. " You cry but cover it with a fake smile!" Arkasa mulai geram dengan sikap Dea. "no i don't cry." Dea tersenyum menandakan bahwa dia baik-baik saja. "stop smiling I hate that!" Arkasa semakin geram. Guntur bersautan dan hujan semakin deras. "I smile so that everyone is happy and that makes me happy but I'm empty" Dea tersenyum lalu menengadahkan Wajahnya. " i do not." Arkasa menatap Dea datar. "yes I went first to see you." Dea tersenyum dan berjalan meninggalkan Arkasa "I said stop!." Arkasa semakin geram dengan senyum palsu yang Dea perlihatkan "bye." Dea berjalan sambil melambaikan tangannya tanpa berniat berbalik. "I now hug you so stop smiling." Arkasa memeluk Dea dari belakang dan membalikan tubuh Dea lalu kembali mendekapnya. "..." Dea diam dalam pelukan Arkasa "cry I know you are not as strong as you look fragile." Dea mulai terisak dalam pelukannya. 'weine, weil ich es hasse, wenn du glücklich lachst'
Tous Droits Réservés
#10
jangkiyong
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • I AM YOU || Han Jisung ✔
  • dimana janji tersebut
  • Crazy Couple [End] ✔
  • KIARA [END]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • SHERINA (END)
  • DAKSA [END]
  • Ketos Milik Aqila

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu