PEEKAABOO!

PEEKAABOO!

  • WpView
    Reads 447
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2019
Hanya satu yang diinginkan oleh Felix : mereset semua yang telah terjadi dua tahun lalu. Namun takdir hanyalah roda berputar yang kembali mempertemukannya dengan orang yang membuatnya berubah. Terjepit dengan kontrak yang telah disetujuinya, ia tidak dapat melarikan diri lagi. Merasa terjebak, ia pun memilih untuk mengambil 'jalan pintas' yang lainnya.
All Rights Reserved
#19
pengasuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prosaic
  • My Second Brother's New Obsession
  • does it have to be me? [MAGIL]
  • VALOROUS
  • Raja Balap dan Raja Petarung
  • Sincerely (Sung Jinwoo x M. Reader)
  • We're destined to met, not to united.
  • Prince Of Darkness
  • S1 Godfather [RionCaine] End~
Prosaic

Mereka kira satu hal yang mereka perbuat tidak memberikan dampak sedemikian rupa. Kesalahan fatalnya membuat pribadi itu berubah seratus delapan puluh derajat. Melakukan apa yang sebenarnya yang mereka inginkan dari pribadi itu. ¤ Peter kira kesalahannya waktu itu tidak akan merubah temannya. Sisi gelap Peter waktu itu keluar, cercaan yang sebenarnya itu terungkap serta keinginannya itu dilampiaskan kepada seseorang yang tidak tahu apa-apa. ¤ Seakan tersadar akan suatu hal, Frasya mengubahnya tanpa cela. Memberikan yang mereka inginkan yang sebenarnya. Yang ada di dekatnya rupanya hanya sebuah kepalsuan. Tidak ada yang sejati seperti yang mereka katakan berulang kali. ¤ Hari dimana menjemukan itu berakhir saat kehadiran semuanya tiba-tiba menyentak serta memberikan efek kejutan. Tapi menurut pribadi itu, semuanya sudah terlambat. Kebekuan itu tidak bisa mencair dengan kehangatan yang dulu kembali. Serta kecacatan yang mereka semua beri tidak akan sembuh. Semuanya sudah dimaafkan, dan pribadi itu sudah mati rasa akan kehendak semesta yang memainkannya. Sungguh ia sangat lelah. Hari dimana menjemukan akan segera berakhir. Kamu tunggu itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines