Koe Ratune Kun

Koe Ratune Kun

  • WpView
    LECTURAS 964
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 5, 2019
Setiap goresan tinta yang tertuang dalam sebuah prosa ini bukanlah puisi, karena yang namanya prosa berarti bukan puisi. Bukan juga sebuah paragraf yang menceritakan anak-anak kalimatnya karena paragraf tidak memiliki rasa cinta terhadap paragraf yang lainnya sehingga mereka tidak dapat mereprodoksi janin anak kalimat, oleh karena itu paragaraf tidak memiliki cerita tentang kisah, kasih, ataupun terima kasih. Akan tetapi anak kalimat yang tidak pernah dilahirkan oleh kalimat yang kemudian diberi nama Kata, berusaha membangun sebuah rasa dan suasana bersama teman-temannya tanpa memerlukan pondasi, semen, dan pasir. Jadi jangan pernah membayang-bayangkan bahwa sebuah paragaraf, kalimat, dan kata yang aku pahan ini bisa bernafas. Kau tahu makhluk yang bernama KUN? Jika dideskripsikan, Ia merupakan nama yang ditulis dari tiga huruf dengan hati-hati oleh penulis dengan rasa yang menggebu-gebu, serta niat yang tulus. Lalu siapakah KUN? Manusia, Binatang, Roh, Jin, atau Khodam? Ah, sudahlah, kalian akan tau sendiri sosok yang misterius itu dalam ruang didalam palung yang sunyi... HANYA KAU YANG TAHU!!!
Todos los derechos reservados
#183
setan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aksara Tak Bertuan
  • NPPD •Nafsu Para Pemuda Desa•
  • Pengakuan Sang Semesta
  • The Last Birthday With You
  • Antara KKN, Rama Dan Shinta
  • Kitab Romancuk
  • KKN HOROR
  • Cinta Untuk Si Ayam Kampus
  • Di antara kabut & kamu.
  • KOMAR.

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido