We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Koe Ratune Kun

Koe Ratune Kun

  • WpView
    Reads 976
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 5, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap goresan tinta yang tertuang dalam sebuah prosa ini bukanlah puisi, karena yang namanya prosa berarti bukan puisi. Bukan juga sebuah paragraf yang menceritakan anak-anak kalimatnya karena paragraf tidak memiliki rasa cinta terhadap paragraf yang lainnya sehingga mereka tidak dapat mereprodoksi janin anak kalimat, oleh karena itu paragaraf tidak memiliki cerita tentang kisah, kasih, ataupun terima kasih. Akan tetapi anak kalimat yang tidak pernah dilahirkan oleh kalimat yang kemudian diberi nama Kata, berusaha membangun sebuah rasa dan suasana bersama teman-temannya tanpa memerlukan pondasi, semen, dan pasir. Jadi jangan pernah membayang-bayangkan bahwa sebuah paragaraf, kalimat, dan kata yang aku pahan ini bisa bernafas. Kau tahu makhluk yang bernama KUN? Jika dideskripsikan, Ia merupakan nama yang ditulis dari tiga huruf dengan hati-hati oleh penulis dengan rasa yang menggebu-gebu, serta niat yang tulus. Lalu siapakah KUN? Manusia, Binatang, Roh, Jin, atau Khodam? Ah, sudahlah, kalian akan tau sendiri sosok yang misterius itu dalam ruang didalam palung yang sunyi... HANYA KAU YANG TAHU!!!
All Rights Reserved
#862
novel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • Antara KKN, Rama Dan Shinta
  • KOMAR.
  • E'TheReal: Eternal Sunshine of Sequoia
  • Aksara Tak Bertuan
  • JAM 3 SORE

[Horor - Misteri - Umum] Story #7 Not for youtube. Dyah, Irman dan Agung. Tiga mahasiswa yang memutuskan untuk mengadakan penelitian gabungan untuk tugas akhir mereka. Mengambil topik mengenai sebuah kesenian tari yang kini sudah dianggap tidak ada, mereka pun memutuskan untuk tinggal di desa yang konon adalah tempat asal kesenian tersebut. Namun warga desa sendiri juga tampaknya tak tahu menahu tentang tari itu. Rasa penasaran yang teramat membuat tiga orang itu menggali lebih dalam. Namun apa yang mereka lakukan, justru membangkitkan sesuatu. Kini mereka dan warga desa harus bertahan hidup dari kutukan dendam masa lalu. Dan mungkin, sesuatu yang telah menghilang memang sebaiknya dibiarkan menghilang. ++SAY NO TO PLAGIARISM!!!++ *kisah ini 100% fiktif. Nama tempat dan tokoh memang di ambil dari sekitar penulis agar terasa lebih nyata. **JANGAN LUPA VOTE dan COMMENT ***Cek profil saya untuk cerita yang lain

More details
WpActionLinkContent Guidelines