Karangan Bunga : Mind and Heartbeat Involved.

Karangan Bunga : Mind and Heartbeat Involved.

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 31, 2019
"Seandainya bunga bisa bicara, mungkin aku tak butuh manusia untuk bercengkerama," -pecinta keheningan dan keramaian. Tulisan yang terlintas saat keramaian dan tesusun saat keheningan ini adalah wujud syukur karena bisa mengamati keadaan sekitar dan dinamikanya. Besyukur bisa menulis dan menulis untuk rasa syukur. Siapa pun anda yang membaca, semoga Tuhan selalu limpahkan rasa syukur kepada kalian. Read this if you want, like it if you like, vote it if you respect someone's work. Thank you! ❤️
All Rights Reserved
#77
thought
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Estar en Flor
  • GRADIOLA ( END )
  • River Flows In U √
  • TENTANG RASA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • Aku Pengamat, Terasingkan

Perjalanan itu membuatku berpikir banyak hal. Kemana kita akan pergi? Kemana tujuan akhir ini? Apa yang menanti di garis akhir? Di sudut hatiku berharap ia, tapi bukankah yang seperti itu hanya ada pada dongeng dalam buku. Kenyataannya, dia sungguh tak berpijak dimanapun. Dia enggan pergi, enggan pula melangkah mendekat lagi. Memandangku dari tempat yang tak terlihat, tiba-tiba saja mengusikku lagi di kala hujan. "itu namanya kenangan,'' kata mereka. Seolah semua rasa sesak yang ditimbulkan adalah normal, seolah tak ada apapun yang salah. Sementara aku dan dia berada dalam ketidakpastian. Tapi itu adalah kehidupan. Kau tidak bisa menyangkalnya, kau hanya bisa menerimanya. Meksi keajaiban tak selalu terjadi, bukan berarti tak akan terjadi. Cinta adalah misteri. Tak seorang pun tahu kapan datangnya dan pada siapa perasaan itu jatuh. Kenangan-kenangan menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan dari setiap diri, menjadi penentu bagaimana harus melangkah. Pemikiranku yang kemarin dan hari ini, mungkin saja berbeda karena aku telah lebih memahami jawaban dari semesta. Maka pilihan terbaik adalah memanfaatkan waktu semasa hidup sebaik mungkin. Menyampaikan apa yang belum sampai, melakukan apa yang harus dilakukan. Kebanyakan dari manusia akan menyesali apa yang tidak pernah mereka lakukan ketimbang apa yang telah mereka lakukan. Dan tiap perjalanan akan sampai pada tujuannya, yaitu bahagia. Kisah cinta yang lain seperti lagu yang sering kami dengarkan. Baik perlambangan cinta sejati maupun kematian, bunga krisan yang mekar itu tetap akan mekar tak peduli bagaimana pemikiran orang terhadapnya. Begitu pula lah perasaan manusia. Hal yang tak pernah membosankan untuk dipelajari. Pada akhirnya, bunganya telah mekar dengan makna yang tepat. Bunga krisan dengan perlambangan cinta yang setia dan kematian. Bunga itu adalah tentang aku dan dirinya. Estar en Flor. It will bloom.

More details
WpActionLinkContent Guidelines