My Husband is Fanboy

My Husband is Fanboy

  • WpView
    reads 6
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, aug. 4, 2020
"Pernah gak sih kalian ngebanyangin nikah sama artis korea / bias kalian? Minimal nikah sama fanboy gitu?, nah ini yang gue alamin" jelas rinka dengan tangan bersilang di tubuh depannya. "Mungkin kalau kalian ada diposisi gua, kalian bakal seneng banget sampek teriak teriak kanyak orang gila, tapi itu gk berlaku buat gua" imbuhnya. Rinka Sastra Wijaya gadis berumur 19 tahun ,pecinta fotografi dan arsitektur bangunan ,namun tidak suka dengan sesuatu yang berbau kpop ini harus menikah di usia muda, bukan karena hubungan yang salah melainkan karena keinginan orang tua. Ia harus menikah dengan Brian Panji Prasetya pemuda berumur 19 tahun yang sangat suka dengan boyband korea dan pecinta drama korea tingkat akut. Apakah Rinka dan Brian mampu hidup dalam satu atap dengan perbedaan yang begitu banyak? . Langsung baca aja nanti juga ketemu jawabannya
Alle rechten voorbehouden
#39
fanboy
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • Rumah Pulang
  • CINTAKU TERJERAT OPPA KOREA
  • 365 Day With Me Hubby
  • One and Only [✔]
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • My Husband Is Korean
  • DIALOG TIPIS

"Thank you for being a cherished chapter in my journey, and thank you for graciously including me in the beautiful story of yours." *** 19 tahun usianya kala itu saat desakan keluarga dan keadaan mengharuskannya untuk pergi dari rumah dan mempertanggung jawabkan atas kesalahan yang dia lakukan bersama dengan prianya. Keberkahan yang dilabeli tittle salah karena tak sengaja mengizinkan satu nyawa kecil untuk tinggal didalam perut. Tidak mudah. Susah. Guncangan besar baginya diusia muda karena dituntut untuk mengurusi keluarga itu membuat dia seperti mendapat kejatuhan hingga dia tenggelam dalam lautan tanggungjawab jawab besar. Membesarkan bayi itu tidak mudah. Merawat nyawa kecil yang berisik setiap saat itu tidak mudah. Menjadi ibu muda itu tidak mudah. Mengorbankan banyak mimpi dan hidup dalam hunian dengan nama keluarga baru yang sedang berusaha mekar juga tidak mudah. Tetapi di atas segala ketidakmudahan yang mengikat selalu saja ditemukan, dirasakan, dan didapati bagaimana alirasan perasaan hangat setiap kali dia melihat bagaimana prianya dan bayi kecil itu tersenyum dan memanggil dirinya kompak dengan sebutan; rumah. Sampai akhirnya dia bisa lepas dan ringan mengakui bahwa memang seperti inilah jalan hidup yang harus ditempuhnya. Seperti ini alur garis takdir-takdir Tuhan yang diperuntukkan untukknya. Membina keluarga lebih awal yang awalnya tak dia inginkan, malah seiring waktu berkembang menjadi keluarga besar yang banyak menebar hangat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Start: 150723 End: 170923

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen