İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.
Daha fazla bilgi
Me and You

Me and You

  • WpView
    OKUNANLAR 118
  • WpVote
    Oylar 20
  • WpPart
    Bölümler 9
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Per, Eki 1, 2020
WpInfo
Kurgu
Romantik
Saat dirimu merasa di puncak bahagia, lantas di jatuhkan dengan luka yang membentuk palung yang begitu dalam. Ku rasa, saat itu kepercayaanmu pada bahagia tidaklah senyata sebelumnya. Tak ada wanita yang benar-benar sekokoh baja. Tak ada wanita yang benar-benar tak pernah menangis saat terluka. Setiap orang, memiliki kelam untuk kemudian bisa berdiri kokoh menghalau badai kehidupan. Akan tetapi, setiap hal selalu berharga MAHAL. ~Me and You
Tüm hakları saklıdır
#116
tangis
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Rehat (Proses Revisi)
  • HE'S COMEBACK
  • Ik Hou Weer Van Je
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SILENTIUM || End✓
  • Dua dunia Satu rasa [Hiatus]
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • MY ANGEL (END)
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)

Duka kehilangan masih pekat-pekatnya pada saat itu, namun tubuh kecil Asyara justru terpojok sebab disalahkan berulang kali oleh anggota keluarga yang merasa murka. Asyara tidak punya niat untuk membunuh, apalagi merenggut nyawa mamanya. Demi Tuhan, Asyara juga tidak ingin mama pergi secepat itu. "Ma, Papa marah sama Kakak. Kata Papa, Mama harus dikebumikan karna kenakalan Kakak." "Kenapa Mama tidak bangun pas orang-orang timbun badan Mama pakai tanah? Kakak tidak bisa gali tanahnya lagi, tanahnya terlalu banyak. Tunggu Kakak besok, ya? Kakak mau ajak Papa bantu Kakak gali tanahnya lagi. Tenaga Papa kan besar." Asyara kecil tidak tahu bahwa semenjak hari itu dimulai, penderitaannya juga dimulai. Asyara tidak sepenuhnya mengerti mengapa semua orang tiba-tiba berlaku berbeda kepadanya. "Ma, Papa kok pukul Kakak, ya? Padahal Kakak cuma minta tolong Papa buat bantu Kakak gali tanahnya. Kakak rindu, Mama. Mau peluk Mama yang lama."

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi