I'm Your Devil's King

I'm Your Devil's King

  • WpView
    LECTURAS 107,698
  • WpVote
    Votos 4,046
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 18, 2019
Hidup seperti boneka yang sedang dipermainkan, hanya diam seakan tidak memiliki jiwa namun memiliki raga, sungguh menyedihkan hanya menunggu kapan sipemilik bosan dan membuang nya namun akankah ada saat seperti itu ? Walaupun dibuang dan hancur tetapi dapat bebas memilih hidup bukan seperti boneka yang dipermainkan. '' Apa yang kamu inginkan tuan ? " lilih violira dengan menundukan kepala karena takut dengan tatapan axel berikan. " Kau pura - pura bodoh princess? Ah.... Kita perjelas lira sayang " Axel menggusap pipi mulus violira dan mendekatkan wajahnya perlahan lahan "aku mengiginkanmu Violira Gwin, tinggalkan mereka dan lari kepadaku dan semua yang kau inginkan akan aku belikan, kau akan bahagia dengan ku lira" "maafkan saya tuan Giraldi, saya tidak tertarik lari kepada anda dan harta yang anda miliki." "Benarkah? Jika kau menerima tawaran ku, semua akan baik - baik saja aku akan menjamin itu dan juga aku tidak suka ditolak princess"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Crazy Marriage
  • LOVE GAME (Repost)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • SAKA
  • Where's Home
  • The Role of Actor's Girlfriend
  • Perder El Amor
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Suddenly Marriage

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido