Open Your Eyes, Caroline!

Open Your Eyes, Caroline!

  • WpView
    Membaca 171
  • WpVote
    Vote 44
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 17, 2019
Bagaimana rasanya bla, bla, dan bla? Duh, klise. Harus unik! Ehem, mari ulang. Anda tahu kisah Caroline dan Adam? Tidak? Ya ampun, anda perlu tahu! Mereka adalah dua orang paling aneh serta humoris di dunia jingga ini. Terlepas dari seberapa suram hidup mereka, mereka selalu sanggup saling melukis senyum. Ya ... meski Adam terlalu tiada di mata Caroline. Bagai Caroline memang berkecenderungan untuk mengalami kesulitan menemukan sesuatu yang ia cari, padahal sesuatu itu ada tepat di depan matanya. Mungkin ... Caroline memang tidak bisa membuka mata sejak kecil. Cacat. Kasihan. Ya, sudah, baca saja. Kalian perlu tahu kisah mereka! Perlu! Pakai banget! Bangetnya delapan biji! Wah!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#303
boys
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • AKSARA
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • My Cold Boss Is My Love [END] #Wattys2019
  • the CUPU is my TASTE (Selesai)
  • Snow Man (ON GOING)
  • Classroom.
  • Andrian & Adelia
  • Cerita Si Kembar [TAMAT]
  • Jingga (Tersedia Di Toko Buku)

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan