DARA FORTUNA

DARA FORTUNA

  • WpView
    LETTURE 1,624
  • WpVote
    Voti 806
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, feb 18, 2019
Dara Fortuna Dara yang artinya bintang Fortuna yang berarti keberuntungan. Iya bintang-bintang yang beruntung! Namun sayang... Kehidupannya tak seberuntung namanya. Yuk Baca kisahnya!
Tutti i diritti riservati
#420
mahasiswi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Hema Alkaris (and his life)
  • Andara(completed)
  • ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT]
  • Hallo, Kak Diandra?
  • DRABIA [END]
  • EFEMERAL : Cahaya Yang Meredup
  • I Get You
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • ALdanDara [Selesai]
  • BASTARA DARA (SEASON II)

"Woy, cewek beasiswa!" Suara Saiful menggema di ruang kelas. Nada suaranya santai, tapi jelas menyindir. Gak perlu jadi jenius buat tahu siapa yang dia maksud, karna cuma ada satu cewek di sekolah ini yang masuk lewat jalur beasiswa. Dara. Dara yang lagi duduk langsung reflek noleh. Matanya langsung menangkap sosok Saiful yang berdiri dengan gaya sok keren, dua tangan masuk ke saku celana, dagu sedikit terangkat. Senyumnya... ngeselin banget. Dara tarik napas sebentar, lalu senyum tipis. Bukan senyum ramah, melainkan lebih ke senyum "jangan main-main sama gue." Dia bangkit, langkahnya santai tapi pasti. Dan sekarang, jarak mereka cuma sejangkal. Dara harus mendongak sedikit buat bisa lihat muka Saiful dengan jelas. Matanya tajam, suaranya tenang tapi penuh tantangan. "Kenapa? Perlu bantuan, dasar Iron Man terbang." Ekspresi Saiful langsung berubah. Kaget. 'Nih cewek tau dari mana?' pikirnya. Tiba-tiba, Saiful angkat tangannya dan dengan santai nyentuh dagu Dara, ngeratain pandangan mereka. Tatapannya lebih serius sekarang-ada sesuatu yang dia coba cari di mata Dara. Tapi cuma sebentar. Dia langsung ngelepasin tangannya. "Gue tau lo, cewek seragam luntur." Nada suaranya tajam, hampir kayak tuduhan. Dara nggak mundur sedikit pun. Malah sebaliknya. Tangan kirinya langsung narik dasi Saiful pelan tapi pasti, bikin cowok itu harus nurunin sedikit kepalanya. "Jangan lupa," bisik Dara. "Semua ini gara-gara lo."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti