Study Love in KOREA

Study Love in KOREA

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 22, 2019
suara angin berhembus menenangkan jiwa,bunga bunga menari sangat jelas dari kejahuan,menambah ke indahan dari tempatku belajar menggapai cita citaku..... pagi ini adalah jadwal masuk kelas mentari,yah mentari adalah anak pintar dengan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Mentari punya banyak alasan untuk memilih jurusan ini,walaupun dulu begitu banyak kontra dari kedua orang tuanya karna Ayah dan Ibunya Pak Arman dan Buk Sinta sangat tidak setuju dengan pilihan mentari,orang tuanya lebih memilih Mentari menjadi seorang Guru,Tapi karna tekat yang kuat mentari akhirnya dapat meyakini orang tuanya,meskipun sangat sulit...... Mentari lulus di Salah satu University favorit dengan jalur Beasiswa, Mentari tidak pernah membebankan kedua orang tuanya,bahkan sebaliknya mentari malah sering mengirimkan uang kepada Pak Arman dan Buk sinta..... *** " Mentari ayo keluar,ikut Bapak!!! " saut Dosen Mentari setelah kelas selesai... Langkah kaki mentari mengikuti Dosen Hadi sampai keruangannya.... " iyaa pak, Ada apa? " " Begini Mentari,karna kamu salah satu murit Terpintar di Fakultas ini,Bapak dan Dosen pembimbing lain merekomendasikan kamu melanjudkan S2 mu di Seuol Korea " Mentari sangat kaget dengan kabar yang di sampaikan oleh Dosen Hadi.... Mentari tau Betul orang tuanya tidak akan setuju,karna faktor Ekonomi... Walaupun Mentari Menjadi Tanggung jawab Pemerintah tapi biaya untuk hidup harus memakai uang pribadi. sepanjang langkah mentari menuju Asrama di iringi dengan Air mata,karna mentari sangat ingin melanjudkan Studynya, tapi mentari tidak tahu harus seperti apa menyampaikan semuanya kepada orang tuanya. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • KEMBALI UNTUK MENYEMBUHKAN
  • Takdir
  • Assalamualaikum Cinta
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • Partikel Badai Mars (Tamat)
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Anugrah Azizah
  • Don't Talk About Money

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines