Warna Luka

Warna Luka

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kau tahu definisi tentang kehidupan? Hmmm sulit memang untuk memahami itu. Apalagi itu bersangkutan dengan cinta dan perasaan, kadang dari cinta aku jadi sosok yang bersemangat, lugu, dan bisa dibilang minderan. Sampai suatu saat aku merasa lelah untuk memahami dan memikirkannya, akhirnya aku mendefinisikan bahwa perasaan itu tak perlu dipikirkan, buat pening saja... perasaan itu ya dirasakan. Namaku Warna, dan aku sedang mencoba meluapkan keresahanku dengan menulisnya dan membuat menjadi suatu yang bernada, ya... itu lagu. Terkadang aku berpikir untuk mencoba membuat sesuatu yang lebih luas dari pada lagu. Karena itu aku membuat cerita ini, cerita yang mungkin bisa ku baca suatu saat nanti... saat aku merindukan sebuah kisah yang begitu membekas dihidupku. Dan ini adalah cerita pertamaku, mohon maaf kalau agak aneh dalam segi penulisan. Semoga kalian suka ketika membacanya. Tentang namaku... hmm akan kuceritakan didalamnya tentang bagaimana nama itu menjadi suatu yang melekat dalam hidupku. Jadi kalian harus baca.
All Rights Reserved
#429
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • My Bromance [18+] End
  • BINA
  • Sewindu (Continue story to "Hingga ke Ufuk Barat")
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Karena Aku Mencintaimu...
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines