Story cover for SENJA by naufadi
SENJA
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Jan 23, 2019
Angin berhembus sepoi di hadapan ku membawa naunganku tentang dia.Ku rasakan perih dalam hatiku yang telah berbekas lama. Walaupun kurasa harusnya aku harus melupakan "dia"tapi, terlalu banyak kenanganku bersamanya . Banyak orang yang berfikir aku orang gila karena terus mengharapkan kedatangan "dia".
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add SENJA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Tentang Kita (Selesai) cover
coward cover
Eliinaa cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
Secarik kertas usang cover
Me And Myself {Completed} cover
Imaginary Boyfriend cover
ANGEL cover
Andira [End]  cover
When his name is cover

Tentang Kita (Selesai)

18 parts Complete

"Hei sahabat! Apa kabar? masih ingat kah kalian padaku? aku yang kerap kalian juluki krempeng, yang kerap kali kalian hina akibat kelebihan jari yang kumiliki, yang selalu membuat wajah-wajah murung kalian tersenyum karena banyolan banyolan bodoh ku" "Maaf! beribu maaf untuk kalian, hanya karena ia aku sempat melupakan kalian, melupakan betapa berartinya kalian untukku"