Namanya Joyvika. Kerap kali dan suka dipanggil Joy, tidak lebih, tidak kurang. Lipstik merah marun adalah identitasnya. Wanita dingin berparas cantik dua puluh enam tahun ini memiliki karir mentereng. Desainer kenamaan Indonesia yang sudah dikenal dunia. Ia menciptakan perlengkapan fashion wanita mulai dari pakaian, perintilan aksesorisnya sampai berbagai jenis make up.
Apa kalian pikir hidup Joy sempurna? Dan semua orang memujanya?
Jawabannya adalah BIG NO.
Hidupnya tidak sempurna. Sembilan tahun hidup penuh kebencian untuk sang ayah, dan keluarga barunya. Ia secara terang-terangan memusuhi adiknya, yang seorang selebgram terkenal dengan fans remaja labil yang selalu memenuhi kolom komentar instagramnya dengan kata-kata kasar yang sayangnya tidak berpengaruh bagi Joy.
Dan di balik senyum dingin bibir merah marunnya, tatapan tajamnya, tersimpan sejuta cerita, sejuta senyuman, sejuta luka yang berhasil ia pendam sendiri bertahun-tahun lamanya. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang menyadari, sampai Ilyas datang, seorang lelaki dengan sejuta pesonanya, membuka cerita terpendam Joyvika.
"Kamu yang jutek, kamu yang dingin, kamu yang galak, kamu yang cuek, itu cuma akal-akalan kamu untuk melindungi diri kamu dari luka hati yang nggak pernah mengering. Tapi kamu seolah-olah bersikap itu cara kamu buat menghukum mereka."
Start: 15 November 2018
Written by: @Oktyas
[SUDAH PERNAH DIBUKUKAN, CERITA MASIH BISA DIBACA DENGAN SISA PART YANG ADA]
Ada di sini yang orang Jawa?
Pernah mendengar mitos yang bunyinya 'Anak perawan jangan kebanyakan makan sayap ayam! Ntar bisa ditolak para perjaka dan jauh dari jodoh'
Basagita Danastri, wanita 26 tahun yang gemar makan sayap ayam sejak kecil berusaha keluar dari jeratan mitos yang membuatnya semakin khawatir. Mengingat di umurnya yang hampir menginjak 27 tahun itu, belum juga ada tanda-tanda mendapat pendamping hidup.
Sampai suatu hari, Gita teringat ucapan konyolnya pada jaman SMA.
......."Kurang-kurangin tuh makan sayap ayam! Gak dapet perjaka rasain ntar!" Ujar Uli sahabat Gita.
"Percaya aja kamu sama mitos" Jawab Gita cuek, Uli hanya mendengus.
"Terserah kamu deh, aku cuma wanti-wanti aja nih!"
"Bodo amat! gak dapet perjaka tapi dapet duda gak masalah, yang penting duda kaya." Jawab Gita ngawur sambil tertawa........
Mungkinkah kata-kata ngawur Gita menjadi sebagian do'anya yang diamini malaikat?
Lalu berhasilkah Gita melewati kepanikannya tentang mitos itu? Kira-kira bisa dapat jodoh perjaka apa malah justru harus berurusan dengan duda?