Lakuna
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
Kosong. Begitu kosong setelah kehilangan. Banyak lubang tak tertutupi dan luka yang tak pernah terobati menjadi bagian dari hidup. Aku paham, bukan hanya aku yang paling menderita. Tapi, sesekali menangis dan merasa paling menderita tak apa kan? Sebuah kesalahan ketika aku egois demi ragaku yang hancur bersama kehilangan itu. Sebuah kesalahan ketika aku melupa bahwa bukan hanya aku saja yang butuh rumah. Sebuah kesalahan pula ketika aku berusaha lari dari kenyataan yang ada. Start : 14 Juli 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Aku benci tapi aku rindu [✓]
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • Inspirasa The story of broken heart
  • I'm Keysa
  • Asa | Lengkap ✓
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • BINA
  • Mati Rasa - Completed✓

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines