We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Partiture

Partiture

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing17m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
'Kamu seperti deretan not balok dalam partiture yang tak bisa kubaca, namun kucinta setelah dimainkan.' Terkadang, Alice ingin berteriak kepada dunia. Menganggap bahwa dunia begitu tidak adil padanya. Ia harus kehilangan kedua orang tua di usianya yang masih belia. Hanya keluarga dari sang Ayah yang mau membesarkannya. Memasuki usia lulus SMA, Alice tidak mau lagi bergantung pada Pamannya. Ia memutuskan untuk tidak kuliah dan memilih mencari uang. Alice semakin bating setir sejak tahu bahwa saudari kembarnya divonis menderita penyakit kanker, dan harus menjalani pengobatan. Mau tidak mau, Alice memutuskan untuk terjun dan bekerjasama dengan Abe dalam penyelundupan gelap barang bersenjata. Pada suatu malam yang dingin, saat Alice mendapat panggilan kerja dadakan dari Abe. Ia menemukan seorang pria tanpa identitas tergeletak begitu saja di jalanan. Merasa tidak tega, akhirnya Alice memutuskan untuk membawanya ke dalam mobil. Pakaiannya lusuh dengan penampilan seperti gelandangan. Pria itu tidak pernah mau menjawab setiap kali Alice menanyakan tentang identitasnya. Hingga suatu hari, Alice dibuat terkejut karena setelah satu minggu pria itu mau berbicara dan meminta sebuah nama untuknya. Alice memberinya nama Antares seperti yang tertulis di jaket pria itu. Bahkan, Alice tak pernah mengira jika itu adalah nama asli dari si pria yang ditemukannya secara tidak sengaja tempo hari. Alice dibuat heran dengan Antares. Pada suatu hari ia menemukan pria itu mengacak-acak rumahnya setelah mendengar Alexis bermain piano. Antares berteriak dan begitu tidak terkontrol. Bahkan dari hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah. Barulah Alice tahu jika ternyata Antares sedang sakit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chaos: The Spark Behind the Muse
  • My Boyfriend's Best Friend: Diary Of A Delightful Disasters
  • The Deeper The Hate The Deeper The Love
  • Mirrored
  • Straight-Up Not Having A Good Time At Night Raven College: Prologue
  • R E V E N G E  (FEMKATSU X DEKU)
  • Luminaria
  • Tum sirf hamari ho 18+

"Chaos: The Spark Behind the Muse" ay kwento ng isang 22-year old na babae, Accountancy student sa isang mamahaling University sa Manila. Siya si Vee, na naging bihag ng kanyang mga sakit at takot. Iniwan ng pamilya at ipinagkatiwala sa mayamang lola, pinilit niyang magpatuloy sa buhay, subalit ang kalungkutan mula sa pagkakahiwalay sa pamilya ay naghatid sa kanya sa madilim na landas. Sa bawat hakbang, nagiging mahirap ang pagkontrol sa kaguluhan sa kanyang buhay-pag-takas sa gabi, clubbing, at pagkalulong sa bawal na gamot dulot ng pag-sama sa iba ibang kaibigan. Lahat ng ito ay naging paraan ni Viena upang matakasan ang kanyang pinagdadaanan, ngunit hindi nito naalis ang sakit sa kanyang puso. Sa kabila ng lahat ng ito, isang tao lang ang patuloy na nagmamahal sa kanya-ang kanyang half-brother na si Lucas. Ngunit dahil sa takot na muling maiiwan, tinanggihan niya ito, iniisip na hindi siya karapat-dapat sa pag-mamahal. Habang patuloy na nalulugmok sa kaguluhan ng kanyang buhay, walang alam si Lucas at ang iba pang miyembro ng pamilya na may malubhang kondisyon si Vee, isang sakit na dati'y akala ni Vee ay PTSD. Ang sakit na ito ay tahimik na sumisira sa kanya, at sa kaniyang pag-asa. This story shows how invisible wounds in the heart and body can lead a person into overwhelming turmoil, while the pursuit of happiness and fulfillment becomes a battle against one's own demons. The real question is: How far can Vee continue, despite the pain she endures? Let's see if she can ever achieve the essence of the title "Chaos: The Spark Behind the Muse".

More details
WpActionLinkContent Guidelines