Destiny (Tamat)

Destiny (Tamat)

  • WpView
    Reads 2,028
  • WpVote
    Votes 335
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2020
Hanya perlu 7 detik untuk aku jatuh cinta padanya Detik pertama, aku mulai mengamati siluet keseluruhannya. Kedua, aku menatap matanya. Ketiga, aku melihat ekspresi wajahnya. Keempat, aku melihat senyumnya, oh bukan. Dinginnya dia, dia tidak senyum sama sekali disaat pertama kali kita bertemu. Dan dia seolah menunjukkan wajah datarnya Kelima, aku melihat gayanya bergerak. Keenam, aku mengecek apa ada getaran yang melanda perut kemudian dada, menandakan diri ku tertarik. Ketujuh, yang paling penting, kontak mataku seolah meyakini bahwa pertemuan ini tak terelakkan dan memang direncanakan oleh, Takdir. Salam manis, naya. ❤
All Rights Reserved
#144
tangisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY COMPLETE BOY
  • A L A Y
  • CAVEINE (REVISI)
  • [END] Blind Rainbow
  • SHAKARA (END)
  • AL AL GANG [Complicated]
  • ALVINA
  • AURORA (ON GOING)
  • Fierce Love

Dia lelaki galak dengan berjuta pesona -Deara Anastasya Adiatmadja- Dea seorang gadis cantik dengan lesung pipi dibagian kiri. Ia sosok yang selalu berusaha menunjukkan sisi positif dalam dirinya. Baginya cukup masa lalu yang membuatnya terpuruk tapi tidak dengan masa depannya. Dia cewek yang selalu bikin emosi gue naik sampai gue tahu bahwa dia berbeda -Alvaro Aldiansyah- Cowok cool dengan penampilan dan paras yang diidolakan para remaja perempuan. Sosok yang menutup diri kecuali kepada ketiga sahabatnya Arka, Kenan, dan Yogi. Masa lalu mengubahnya menjadi Alvaro yang sekarang. Akankah mereka bersama dan saling mengobati satu sama lain? Atau Akankah mereka memilih untuk tidak peduli walau takdir membuat mereka untuk saling bersinggungan? Entahlah semuanya mungkin saja terjadi mengingat mereka hanyalah manusia biasa yang menjalani garis takdir masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines