Dan Bila Itu Kamu

Dan Bila Itu Kamu

  • WpView
    Reads 4,271
  • WpVote
    Votes 277
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Kuputuskan untuk pergi setelah hubungan kita berakhir." Ini adalah kisah tentang cinta, persahabatan juga pedihnya bertahan di sisa hidupku yang sudah tak punya tujuan. Kehidupanku yang dulu terlihat begitu sempurna dan didambakan oleh banyak orang tersapu sekejap oleh gelombang badai. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku, tidak sedikit pula orang yang datang silih berganti, entah sebagai penguat ataupun hanya sekadar mencoba meruntuhkan kekuatanku. Jalinan asmaraku dengan Mas Bagas yang seharusnya berjalan mulus berada di ujung tanduk. Walau berkata akan terus mencintaiku, mengapa dia mengambil keputusan sepihak yang menorehkan luka yang sangat dalam? Setelah kejadian di pesta itu, aku memutuskan untuk pergi walau tak tahu apakah menjauh darinya adalah hal yang benar. Tapi, untuk tetap bersamanya pun aku rasa hanyalah sebuah kesia-siaan. Semua orang mempunyai cara untuk sembuh dari luka patah hati, kan? Dan mungkin ini adalah caraku untuk tetap hidup dan bertahan. Aku tidak tahu apakah di tempat lain aku akan lebih mudah melupakannya. #Semua part sudah direvisi, ya. Selamat membaca ♥️
All Rights Reserved
#74
arasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HE'S COMEBACK
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Kenapa Harus Dia?
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Our Journey To Love
  • Waktu yang Salah✔️
  • My Precious Husband

Siapa yang tahu kehidupan akan berakhir seperti apa ? Bahagia atau malah nelangsa ? Cinta juga begitu. Siapa sangka kisah pada masa lalu yang kembali hadir, namun membawa kisah baru. Menurutmu, ini akan menjadi bahagia, atau luka ? "Itu gamungkin Yo, aku ga bisa hidup dengan dua pilihan seperti itu. Lebih baik kita udahan aja." Seorang wanita cantik terduduk dengan lesu, menahan tangis yang kini memaksa untuk keluar. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berharap tangisan itu tak terlihat. Tapi nihil, pria dihadapannya sudah terlanjur tahu. "Kalau nanti aku kembali, aku berharap kamu masih menjadi wanita yang sama. Dengan hati yang masih merasa ada aku. Aku pamit." Ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan wanitanya yang kini sudah mulai menangis tersedu. Tangisannya tak akan mengubah apapun, kan ? Bahkan mencegah kekasihnya untuk tidak pergi darinya pun, tak mungkin bisa. *** Asilah.R

More details
WpActionLinkContent Guidelines