Aku Dan Kamu Terbentang Jarak

Aku Dan Kamu Terbentang Jarak

  • WpView
    LECTURAS 36
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 10, 2020
WpInfo
No ficción
Padamu yang tengah terbang dan belum kembali, Kalau bukan setia, apalagi nama perasaan ini? Ketika sendiri, dalam bayangan hanya kamu. Ketika bersama yang lain, hati kembali padamu. Ketika tidak ada hal lain yang terpikirkan, melainkan kamu. Ketika kesibukan hanya membuatku lebih rindu padamu. Ketika jarak dan waktu, seakan menjadikan aku dan kamu terselimuti kabut rindu. Kalau kisah ini berakhir pilu, lebih baik aku tak mau lagi merindu. Kalau kamu hanya akan lewat tanpa mampir, jangan segan-segan untuk menoleh, aku tak akan senang menyambutmu. Kalau nanti suatu hari, jarak memberikan sedikit kelonggaran, atau pun waktu memberikan kecupan manisnya, jika dengan itu kamu tetaplah tujuanku, maka aku akan berlari sekuat tenagaku, lalu berteriak memanggil namamu dan dalam sekejap aku bisa memelukmu semauku. Yakini saja, aku tidak akan kalah hanya karena jarak yang terbentang! ☔☔☔ Project prosa ini adalah pertama kalinya dan semoga bisa membuat banyak hati ngilu se-ngilu aku yang dilanda rindu yang entah kapan usainya. Find me, ✿ Ig ☛ muhtarisma ; muhtaris.quotes ✿ Fb ☛ Muhtarisma
Todos los derechos reservados
#2
prosacinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Dear Jason ✔
  • KIARA [End]
  • Luka Lara Luna || END
  • WITH YOU | END
  • harapan yang pupus
  • BAPER {SELESAI}
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • Jatuh Cinta itu Luka

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido