We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Cold Boyfriend

The Cold Boyfriend

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
R 13+ " Siapa bilang kalau dingin itu harus beku? Lo tahu ice cream kan? Dia itu ga beku, cuma dia hanya dingin, dia juga manis. Tapi lo tahu ga? Ice cream juga bisa cair lho jika dia ke timpa panasnya matahari, so bisa kan gua jadi mataharinya lo? " S.O.D " Gua cuma mau bilang sama lo, berhenti buat jadi matahari gua!! Why? Karna gua ingin menjadi bulan, so ga mungkinkan bulan dan matahari bersatu? Maka dari itu jadilah seperti bintang yang akan selalu setia menemani bulannya " W.B.A
All Rights Reserved
#508
ice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • BULAN (END)
  • the cold man is mine
  • Because I'm Stupid (End)
  • "Hujan"
  • BulBin (END)
  • Alice & Adrian
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines