The Cold Boyfriend

The Cold Boyfriend

  • WpView
    LECTURAS 172
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 17, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
R 13+ " Siapa bilang kalau dingin itu harus beku? Lo tahu ice cream kan? Dia itu ga beku, cuma dia hanya dingin, dia juga manis. Tapi lo tahu ga? Ice cream juga bisa cair lho jika dia ke timpa panasnya matahari, so bisa kan gua jadi mataharinya lo? " S.O.D " Gua cuma mau bilang sama lo, berhenti buat jadi matahari gua!! Why? Karna gua ingin menjadi bulan, so ga mungkinkan bulan dan matahari bersatu? Maka dari itu jadilah seperti bintang yang akan selalu setia menemani bulannya " W.B.A
Todos los derechos reservados
#645
dingin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BULAN (END)
  • [1] Because Of You -idr-
  • Friend Zone [COMPLETED]
  • Epilog Tanpa Prolog
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • BulBin (END)
  • the cold man is mine
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Mentari Tanpa Sinar

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido