Please!!! Hear Me (Hiatus)

Please!!! Hear Me (Hiatus)

  • WpView
    LECTURAS 1,547
  • WpVote
    Votos 591
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 19, 2019
"Hal yang membuatku takut terkadang datang dari hal yang kuimpikan." "Terkadang bersama mereka membuatku bahagia dan marah." "Kadang mimpi yang telah ku genggam hilang begitu saja seiring nafas mereka." "Aku membenci teriakan, tetapi akulah yang membuat teriakan itu." Menceritakan kisah 4 orang remaja dengan kepribadian yang bertolak belakang tetapi dengan latar belakang kehidupan yang sama. Namun, siapa sangka takdir membuat mereka mau tidak mau harus bersama, ketika hubungan mereka membaik ada hal-hal yang harus mereka lalui bersama yang pada akhirnya akan melukai perasaan mereka. #Genre: Persahabatan,Hurt,dan Misteri # Maaf kalau cerita ini kurang jelas ini cerita pertama saya mohon dukungannya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • No Longer Mate
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • Yang Dicari
  • Kutukan Tumbal
  • Alaska Azura
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • DEVIAN [END]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido