jelajah rasa

jelajah rasa

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 6, 2019
Duniaku yang tadinya biasa saja bahkan terlalu biasa untuk di ungkapkan,berubah begitu saja semenjak perasaan itu ada.perasaan campuran yang tak ku mengerti teka teki nya ...ini kisah ku kisah seorang gadis biasa saja yang mulai menjelajahi sebuah perasaan.. Atmim Lana nurrona... Bumi yang kata kebanyakan orang bulat..ach masa bulat cba kita lihat ,daratan itu gak datar kan tapi kenapa di sebut bundar bumi ini. disini di dunia ini,di bumi ini q merasakan penjelajahan tentang sebuah debaran,debaran yang di akibatkan oleh DIA yang ntah mengapa mengubah dunia q yang biasa menjadi penuh Lika liku..ini kisah ku kisah seorang remaja yang mulai mengenal sebuah debaran perasaan.. Muhammad Ridho prataman
All Rights Reserved
#38
lana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Tentang Rasa
  • The Last Birthday With You
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • serpihan hati
  • Seolah 2 pandang Part 1 (End)
  • Menyimpan Rasa (END)
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Unpredictable Love
  • Kota Bandung Dan Kita

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines