Nothin'
  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 9, 2022
Caca hendak berlari, namun tangannya ditahan dengan sebuah cengkraman. "La, plis dengerin gue dulu. Gue tau gue salah, apa yang gue perbuat ke lo tuh emang ga pantes untuk dapet maaf lagi dari lo. Gue bener-bener bajingan. Gue sadar La. Tapi, gue mohon... sekali ini aja lo mau denger semua penjelasan gue. Gue mau lo ngerti posisi gue juga. Gue mau lo-" BUGH! "BA*GSAT!!" Ofa yang sedaritadi menahan amarahnya, akhirnya lepas kendali. Ia menerjang tubuh Key sampai membuat keduanya tersaruk masuk ke dalam box room. Ofa lantas melayangkan satu kali pukulan ke wajah Key. Lalu Ofa Menarik kerah seragam Key kasar. "Lo punya otak gak sih? HAH!! bahkan dengan minta maaf aja lo tau itu gak pantes, dan lo malah minta dingertiin? DINGERTIIN YA ANJING?! Kalo lo udah bosen idup, BILANG!! Biar gua abisin lo sekarang ju-" "Of." Oka ikut masuk ke dalam, ia menengahi dan mencoba menenangkan Ofa karena ia melihat Key yang sama sekali tidak mengelak, ia malah tampak pasrah. Takut-takut Ofa kebablasan malah akan berabe urusannya. Bisa mati anak orang, karena Oka tahu seorang Ofa bila sedang kalut. "Hah?! Mo apa lo?" Ofa mengenyahkan tangan Oka dari lengannya. "Lo mau Bantuin ni setan?!?" Amarah Ofa semakin menggebu-gebu ketika matanya melirik Caca yang ada di depan pintu yang kini memperhatikannya sambil menangis tersedu-sedu. "Bukan Gitu Of. Gue cuma gamau tangan Lo kotor. Gimana kalo gantian? Biar gue aja yg pukul dia," "Caca!!" Seketika, perhatian ketiga cowok itu beralih panik melihat Caca yang tadi sedang menangis itu kini jatuh pingsan. Serempak mereka langsung bangkit dan saat mereka hendak keluar, pergerakan mereka terhalang oleh sosok pria bertubuh besar nan kekar yang berdiri tepat di pintu box room. Lalu entah darimana, muncul sosok cowok yang langsung membopong tubuh Caca, membawanya keluar ruangan tanpa menghiraukan teriakan nyalang dari ketiga cowok yang terus mencoba menyingkirkan tubuh besar yang memalang jalan keluar mereka.
All Rights Reserved
#117
coldboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALSTARAN [END]
  • Because I'm Stupid (End)
  • BarraKilla
  • Strong Girl Michella (END)
  • feelings of love
  • Dear You
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Boo&Ay [TAMAT]

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines