Story cover for Nothin' by ucingngintip_
Nothin'
  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 24, 2019
Caca hendak berlari, namun tangannya ditahan dengan sebuah cengkraman.

"La, plis dengerin gue dulu. Gue tau gue salah, apa yang gue perbuat ke lo tuh emang ga pantes untuk dapet maaf lagi dari lo. Gue bener-bener bajingan. Gue sadar La. Tapi, gue mohon... sekali ini aja lo mau denger semua penjelasan gue. Gue mau lo ngerti posisi gue juga. Gue mau lo-"

BUGH!

"BA*GSAT!!" Ofa yang sedaritadi menahan amarahnya, akhirnya lepas kendali. Ia menerjang tubuh Key sampai membuat keduanya tersaruk masuk ke dalam box room. Ofa lantas melayangkan satu kali pukulan ke wajah Key.

Lalu Ofa Menarik kerah seragam Key kasar. "Lo punya otak gak sih? HAH!! bahkan dengan minta maaf aja lo tau itu gak pantes, dan lo malah minta dingertiin? DINGERTIIN YA ANJING?! Kalo lo udah bosen idup, BILANG!! Biar gua abisin lo sekarang ju-"

"Of." Oka ikut masuk ke dalam, ia menengahi dan mencoba menenangkan Ofa karena ia melihat Key yang sama sekali tidak mengelak, ia malah tampak pasrah. Takut-takut Ofa kebablasan malah akan berabe urusannya. Bisa mati anak orang, karena Oka tahu seorang Ofa bila sedang kalut.

"Hah?! Mo apa lo?" Ofa mengenyahkan tangan Oka dari lengannya. "Lo mau Bantuin ni setan?!?" Amarah Ofa semakin menggebu-gebu ketika matanya melirik Caca yang ada di depan pintu yang kini memperhatikannya sambil menangis tersedu-sedu.

"Bukan Gitu Of. Gue cuma gamau tangan Lo kotor. Gimana kalo gantian? Biar gue aja yg pukul dia,"

"Caca!!"

Seketika, perhatian ketiga cowok itu beralih panik melihat Caca yang tadi sedang menangis itu kini jatuh pingsan.

Serempak mereka langsung bangkit dan saat mereka hendak keluar, pergerakan mereka terhalang oleh sosok pria bertubuh besar nan kekar yang berdiri tepat di pintu box room.

Lalu entah darimana, muncul sosok cowok yang langsung membopong tubuh Caca, membawanya keluar ruangan tanpa menghiraukan teriakan nyalang dari ketiga cowok yang terus mencoba menyingkirkan tubuh besar yang memalang jalan keluar mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add Nothin' to your library and receive updates
or
#91teenlite
Content Guidelines
You may also like
feelings of love by DewiiAisyah11
9 parts Complete
kinara menganga melihat sebagian bajunya basah, karena ulah seseorang yang ia sendiri tak tau asalnya dari mana.dengan sigap ia langsung berteriak kencang untuk membuat sang empunya motor besar yang sepertinya baru itu berhenti dan meminta maaf padanya. tapi alih-alih meminta maaf, untuk membuat cowok itu sekedar menoleh ke belakang saja tidak terjadi. kinara kembali berteriak,agar cowok itu berhenti. '' woy berenti,wah gilaa!! mata lo buta ya " teriak kinara menggebu. tapi lagi-lagi teriakkanya tak digubris sedikitpun oleh cowok yang baru saja mengguyur sebagian badannya dengan beckan air hujan yang mengenang di aspal.kinara semakin melebarkan matanya tak percaya. mungkin baru kali ini ia bertemu dengan manusia tak berhati. " lo tuli ya,gue bilang berenti.ngerti nggak sih? " kinara kembali berteriak kali ini motor ninja berwarna hijau itu berhenti. cowok itu diam beberapa saat sebelum akhirnya membuka pelindung kepalanya dan menoleh ke arah kinara dengan wajah seolah bertanya-tanya?.sementara kinara masih dengan perasaan marahnya terhadap cowok tak punya hati itu. cowok itu turun dari motornya,dan memegan pelindung kepala itu di atas motornya " lo manggil gue? " WHAT? Cerita ini terinspirasi dari (Amor) BaG,BaW,dan Switchcover.tapi lebih ke BaG nya nonjol banget. Aku suka aja sama Karyanya, semua judul inspirasi ku ini adalah Karya @Mikeindialima2 Kalau (Amor) itu Karya @lulunnafisah Kedua penulis ini adalah fav aku banget Dari mereka aku terinspirasi.
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Capricorn by Baperterussss
11 parts Ongoing
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
You may also like
Slide 1 of 10
Dear You cover
feelings of love cover
Bersamamu cover
BarraKilla cover
RadenRatih cover
Strong Girl Michella (END)  cover
Capricorn cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Sweet Combat cover

Dear You

11 parts Complete

"Gue mau lo berhenti suka ama gue" "Jangan lo pikir gue gak tau semua tingkah caper lo itu" "Dengan lo merhatiin gue dari jauh itu udah ngebuktiin banget kalo lo gak bisa move on dari gue" "Lo gak perlu ngelakuin cara murahan buat ngedapetin gue lagi. Karena apa? Lo gak lebih dari sekedar sampah di mata gue" "Lo pikir dengan nangis didepan gue, gue bakal kasihan ama lo. Haha gak Raa. Semuanya udah berubah. Dan gue sama sekali gak peduli lagi ama lo" "Oh satu lagi,gue gak pernah suka sama lo. Ingat hidup lo terlalu menyedihkan dengan jatuh cinta sendirian".