NAWANG WULAN

NAWANG WULAN

  • WpView
    Reads 11,789
  • WpVote
    Votes 744
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 25, 2019
Ia bernama Nawang Wulan . Karena ,waktu kecil ia seperti Purnama yang selalu menerangi hati ibunya yang kelam . Dan kini ia ingin kembali menjadi purnama . Menunjukan kepada ibunya bahwa ketakutan ibu terlalu berlebihan tentang trah dan pesantren . Ia akan menunjukkan . Alfin adalah sosok gajah Mada , sang maha Patih yang dikenal karena sumpah pelapa dan tidak sekalipun bertopeng pada silsilah . Derajat dan kemuliaannya tinggi yang diraihnya adalah berkat perjuangan yang murni dari seorang putra rakyat biasa. Namun ternyata , Nawan harus terluka . Alfin bukanlah gajah Mada . Purnama itu pun tertutup awan. Sampai sebuah nada pesan HP-nya berbunyi . Pesan dari Yasfa : "saat langit terkatup genggam keharuan. Isyarah menjelma dalam lelah . Isyarah menjelma pesona. Tertuang doa dalam memar luka . Adalah duka doaku . Puja pintaku . Jadilah purnamaku." Nawang tercenung , lalu melanjutkan pejaman matanya . Tapi, kali ini bayang Yasfa berputar dalam gelisahnya . Apakah ia sosok gajah Mada itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Afwan Yaa Alfathunnisa [End]
  • H2 TARIM
  • CINTA YANG SESUNGGUHNYA
  • Ijbar [Selesai]
  • Axmala & Anam
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • Ning Nabila [SUDAH TERBITβœ”]

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines