Story cover for Zarsel  by Sheny_Aliffah19
Zarsel
  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Jan 25, 2019
Viona yang tadinya tertawa-tawa, kini diam seribu bahasa sambil memegangi pipinya yang kena tamparam Zarsel. 

"Itu buat loe yang tadi namparin gue pake buku" ucap Zarsel.

Viona hendak memukul Zarsel. Namun, tanganya kembali di cekal dengan kasar oleh Zarsel dan dihempaskanya.

"Mau apa loe? Mau balik pukul gue?Hello mikir donk loe! Tadi loe pikir gue gak dengerin ucapan loe yang ngatain gue congean kan? Bukanya loe yah yang lebih congean dari gue? Kalo loe gak di respon yaudah terima aja jangan maksa orang buat bales omongan loe, eittss tadi juga loe nuduh-nuduh gue ngambil pulpen loe kan? Emang loe punya buktinya hah? Nggak kan? Jadi siapa yang lebih goblok main nuduh-nuduh orang tanpa bukti?"

"Za-?"..."Diem! Gue lagi ngomong sama dia, bukan sama loe" ucap Zarsel memotong ucapan Fines,  yang hendak menyudahi pertengkaran nya. 

"Tapi gue yakin kalo loe yang nyuri pulpen gue" teriak Viona.

"Dapat keyakinan dari mana loe nuduh gue se'enak lutut loe yang dengkul?" tanya Zarsel. 

"Y-ya gue yakin aja, secara kan loe miskin bukan?" tebak Viona. Dan teman-teman yang menyaksikan juga ikut menertawakan. 

Zarsel hanya tersenyum smirk😏 "Gak kebalik?" tanya Zarsel. 

Kelas menjadi hening kembali menyudahi tawanya. Viona mengerenyitkan dahinya bingung dan tak mengerti apa maksud dari ucapan Zarsel. 

"Ya nggak donk, Viona itu orang kaya, punya mobil, terus banyak duitnya...iya kan Vi??" ucap Tasya, sahabat Viona.

"I-iyaa" jawab Viona.

Wajahnya menjadi tegang dan pucat. Viona takut kalau ternyata Zarsel mengetahui yang sebenarnya. Melihat perubahan mimik mukanya Viona, Zarsel tersenyum.

"Terus kalo dia orang kaya, kenapa pulpen yang harganya nggak seberapa aja sampe di cariin? Bukanya beli lagi?" tanya Zarsel. 

Teman-teman Viona terdiam memikirkan perkataan Zarsel yang ternyata juga ada benarnya. Viona pun kaku untuk berbicara tapi, ia mencoba menjawab agar tidak terlihat lemah dan kalah di hadapan mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add Zarsel to your library and receive updates
or
#93tegang
Content Guidelines
You may also like
Rindu Senin Pagi by Rizardila
25 parts Complete
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
JANUARGHA by scorpiocegil
11 parts Complete Mature
Kisah ini tentang seorang cowok culun bukan culun lebih tepatnya tidak mengikuti zaman, gaya nya gitu gitu aja. Namun dia mencintai seorang wanita cantik,manis,imut, baik paket komplit banget Namanya Clarissa angel, siapa sih yang kenal dengan Dewi SMA tunas bangsa ini. Tetapi dia tidak pernah dianggap ,walaupun sudah banyak cara yang dilakukan untuk mendekati Clarissa. Hingga suatu hari di rooftop sekolah dia berteriak dan mengatakan bahwa dia mencintai Clarissa tetapi dia tidak tahu bahwa disana seorang perempuan yang sedang tidur. Hingga akhirnya perempuan itu lah membantu cowok itu supaya bisa mendekati Clarissa dengan merubah penampilan nya agar dia dianggap ada bukan sebagai Upik abu aja. ________________________________________ " Kenapa aku lebih nyaman dengan kamu daripada pacar aku yang udah lama aku suka" cetus Arga "Astaga Arga,bukan penampilan kamu yang harus di rubah juga ya tapi cara pemikiran kamu, kan kita emang sahabatan aku nerima kamu apa adanya" Arga menatap lekat wajah wanita di depan nya dengan raut wajah yang tidak dapat di tafsir kan "Aduh gini ibaratnya itu kamu suka Ama buah nanas Ama pisang, terus kamu lebih suka nanas tapi ketika kamu makan nanas kamu bakalan sakit dan pilihan nya kamu lebih nyaman dengan pisang" jawab zasya dengan semangat "Inti nya berarti aku lebih memilih nyaman bukan tersakiti" tindas Arga sambil melihat bintang di langit Zasya tertawa kecil " emang ya otak kita itu gak sejalan dengan hati, ego itu ada di otak perasaan itu ada di hati, jadi ikuti yang kamu mau!"
You may also like
Slide 1 of 10
Ain't Your Daddy (COMPLETED) cover
Marsella (1) cover
Albel cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Rindu Senin Pagi cover
Tingkat Tiga cover
Vyona ✓ cover
Sinonim [Completed]√ cover
FARZAA cover
JANUARGHA cover

Ain't Your Daddy (COMPLETED)

67 parts Complete Mature

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!