Zarsel
  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 20, 2019
Viona yang tadinya tertawa-tawa, kini diam seribu bahasa sambil memegangi pipinya yang kena tamparam Zarsel. "Itu buat loe yang tadi namparin gue pake buku" ucap Zarsel. Viona hendak memukul Zarsel. Namun, tanganya kembali di cekal dengan kasar oleh Zarsel dan dihempaskanya. "Mau apa loe? Mau balik pukul gue?Hello mikir donk loe! Tadi loe pikir gue gak dengerin ucapan loe yang ngatain gue congean kan? Bukanya loe yah yang lebih congean dari gue? Kalo loe gak di respon yaudah terima aja jangan maksa orang buat bales omongan loe, eittss tadi juga loe nuduh-nuduh gue ngambil pulpen loe kan? Emang loe punya buktinya hah? Nggak kan? Jadi siapa yang lebih goblok main nuduh-nuduh orang tanpa bukti?" "Za-?"..."Diem! Gue lagi ngomong sama dia, bukan sama loe" ucap Zarsel memotong ucapan Fines, yang hendak menyudahi pertengkaran nya. "Tapi gue yakin kalo loe yang nyuri pulpen gue" teriak Viona. "Dapat keyakinan dari mana loe nuduh gue se'enak lutut loe yang dengkul?" tanya Zarsel. "Y-ya gue yakin aja, secara kan loe miskin bukan?" tebak Viona. Dan teman-teman yang menyaksikan juga ikut menertawakan. Zarsel hanya tersenyum smirk😏 "Gak kebalik?" tanya Zarsel. Kelas menjadi hening kembali menyudahi tawanya. Viona mengerenyitkan dahinya bingung dan tak mengerti apa maksud dari ucapan Zarsel. "Ya nggak donk, Viona itu orang kaya, punya mobil, terus banyak duitnya...iya kan Vi??" ucap Tasya, sahabat Viona. "I-iyaa" jawab Viona. Wajahnya menjadi tegang dan pucat. Viona takut kalau ternyata Zarsel mengetahui yang sebenarnya. Melihat perubahan mimik mukanya Viona, Zarsel tersenyum. "Terus kalo dia orang kaya, kenapa pulpen yang harganya nggak seberapa aja sampe di cariin? Bukanya beli lagi?" tanya Zarsel. Teman-teman Viona terdiam memikirkan perkataan Zarsel yang ternyata juga ada benarnya. Viona pun kaku untuk berbicara tapi, ia mencoba menjawab agar tidak terlihat lemah dan kalah di hadapan mereka.
All Rights Reserved
#39
tegang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bad Girl vs Alim Boy ✅ [TERBIT]
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Sinonim [Completed]√
  • Albel
  • Naughty Nanny
  • Miss Pretty (Fatty)? (SlowUpdate)
  • AKSARA ( ON GOING )
  • Viona & Viola
  • Tingkat Tiga

Tidak ada gledek, tidak ada hujan, tidak ada angin ribut bahkan meteor jatuh, tapi tiba-tiba saja Allah menakdirkan mereka untuk bertemu disatu sekolah yang sama. Semua siswi sangat memuja siswa yang bernama Fariz, tapi tidak bagi Viona. Gadis itu sangat benci pada cowok yang menurutnya sok alim itu, tapi entah mengapa perdebatan membuat mereka semakin dekat saja. Viona Salsabila Putri, si gadis populer dan cantik bagai princess sekolah. Targetnya hanya satu, menaklukan hati Muhammad Fariz Al-Fandi si cowok cuek, dingin, dan anti sentuh pada semua perempuan. Viona si gadis keras kepala, pacaran, suka memakai pakaian terbuka. Mana mungkin Fariz suka pada cewek seperti itu? Tapi karena amanah, dia terpaksa harus sering bersama dengan Viona. Kedekatan mereka membuat hati Viona tersentuh untuk berhijrah menjadi gadis yang lebih baik, sampai pada akhirnya Fariz tak sadar bahwa dia telah jatuh hati. Namun hal itu juga membuat masalah yang lebih besar dari trauma Viona, entah mengapa semenjak ia hijrah keadaannya menjadi semakin terpuruk. Satu sekolah yang membencinya, Paman yang selalu mengincarnya hanya karena nafsu belaka, dan cowok misterius aneh yang sangat membenci Fariz karena suatu alasan. Apa yang harus Viona lakukan? Apa Fariz bersedia mengulurkan tangan untuk membantunya? _________ Alangkah lebih baik bantu author dengan follow akun ini ya? please bantu aku dengan vote, komentar, dan follownya. Biar aku semakin semangat buatnya! bantu aku di novel kedua ini ya? 😅 selamat baca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines