Ego dan Otak

Ego dan Otak

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing5m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 12, 2025
Disini hanya ada Aku, Riko dan Habib. Saat egoku meminta Riko, dengan waktu yang bersamaan Otakku memikirkan Habib. Bagaimana dengan pilihanku? *Halo teman - teman!!! Ini karya pertamaku yang berani aku post disini:) Mohon bimbingannya ya! Kritik dan saran dibutuhkan disini:) Untuk cerita ini direkomendasikan untuk mendengar lagu - lagu melow atau Indie yaahhh:)*
All Rights Reserved
#949
indie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • 𝐊𝐄𝐓𝐔𝐀 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐖𝐀𝐒 𝐈𝐓𝐔 𝐒𝐔𝐀𝐌𝐈𝐊𝐔! || 𝐂
  • Menggapaimu
  • ATHTAR
  • Rasa Itu Nyata ( Season 1 )
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
  • THE JOURNEY OF LIFE AND LOVE "Story behind Je's Feeling and Thoughts"
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • 3 Gadis Bunga (Revamp)
  • BENAR UNTUKMU [C]

"Sampai bila nak jadi macam ni, Noa?" Tanya papa nya. Jejaka itu hanya berdiam diri, tidak mengendahkan nasihat dan teguran daripada papa nya. Lelaki berusia menarik bahu sasa anak nya daripada belakang dan memberi satu tumbukan padu di pipi Noa Zayne. "Papa!" Marah Noa. Lelaki tua itu tayang wajah garang membuatkan Noa tidak berani untuk meneruskan kata kata nya. "Mark my word. Berubah, atau kau hilang segala gala nya." Lelaki berusia itu terus meninggalkan anak lelaki nya yang menahan sakit dan perit akibat tumbukan sebentar tadi. Apa yang membuatkan lelaki berusia itu tidak berpuas hati dengan Noa, anak tunggal nya sendiri? Apa rahsia yang Noa Zayne sembunyikan? 📝📝📝 Ivy luna yang baru selesai menunaikan solat subuh mula menadah tangan. "Ya Allah Ya Tuhanku. K-kenapa Ya Allah? K-kenapa... Kenapa kk-au uji aku sampai macam ni sekali Ya Allah? Apa dosa aku? Apa salah aku? Jentik lah hati ku Ya Allah untuk bagi aku sedar supaya aku tidak tersasar ke arah jalan yang salah." Usai mengaminkan doa nya, Ivy Luna terbaring longlai di atas sejadah dan memejamkan mata. Nak tenangkan hati daripada segala kecelaruan yang berlaku. Semangat nya hilang, senyuman nya semakin pudar di bibir merah delima itu. "Sakitilah aku jikalau itu yang membuat diri mu terasa bahagia." - Ivy Luna -

More details
WpActionLinkContent Guidelines