We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Story Rachel

Story Rachel

  • WpView
    Reads 2,924
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 29, 2019
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
Bodohnya dia ketika dia kembali lagi dengan masa lalunya,dan dia tidak menyadari bahwa sosok yang ada di masa depan nya,telah ia hancurkan dan lukai sedalam-dalamnya. ----------------------------------------------------- "Ketika cinta yang kamu pertahankan sampai saat ini dengan kebahagiaan, ternyata ada sosok wanita licik yang menghancurkan,haruskah aku bertahan?ataukah aku pasrah dan pergi meninggalkan?" -Rachel P.S "Aku yang bodoh,atau memang aku yang tidak pantas untuk mu?kamu terlalu sempurna untuk aku seseorang yang brengsek untuk mu,jika bahagia mu tanpa aku!maka berbahagialah,karna bahagia mu adalah tujuan utama ku mencintaimu." -Farel A.P
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Arsyilazka
  • Step Backward
  • Bian Savian
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • This is my destiny
  • Love in Difference
  • ELSA [ON GOING]
  • Horibble Woman (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines