I never considered it☻

I never considered it☻

  • WpView
    Reads 671
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 26, 2019
"Emmm aku ini apa artinya bagi kalian ayah, bunda"gumam dinda "Mungkin hanyalah malapetaka bagi mereka"lirih dinda Dinda adalah seorang anak yg kurang kasih sayang di kelaurgannya,dan selalu di campakan seorang diri. Dan dinda memiliki cinta yg bertepuk sebelah tangan. Dan tanpa sepengetahuan keluarga nya dinda adalah sosok yg sangat..... Jawaban nya sangat wow lah Kalian baca aja ya kisah nya😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Simple LOVE [Completed]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • TEDUH
  • Infinity [RE-POST]
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Cinta Tak Direstui
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines