"Aku tak butuh teman" Tadinya aku selalu memegang prinsip itu. Prinsip gila yang muncul karena suatu tragedi yang tak kalah gilanya. Tidak sampai ia datang, dan memaksaku menjadi temannya. Apakah kalian bisa melihat seseorang hanya dari baiknya saja? Ia juga memaksaku untuk melakukan itu. Hingga akhirnya aku lupa, kalau ia juga memiliki rahasia yang lebih gila dibanding milikku. Namun, jika aku tahu bahwa temanku satu-satunya adalah penyebab semua kesendirian dan kesepianku, penyebab munculnya prinsip gilaku, apa yang harus kulakukan? Apa aku masih tetap harus menerimanya sebagai teman? Dan melihat baiknya saja? Ia memang temanku, tapi aku tak butuh teman!
Mais detalhes