
Malam selalu mengalunkan renjana, Berlirikkan nafas waktu yang kian lindap Sedang narasi pagi siap berhai ria, aku tiada mampu menyibak tabir mata. Ada hati yang kian muram, Ada rindu yang tak pernah padam Ada rintang yang selalu mengecam Hei, pada akhirnya akan tiba jua masa ketika pusaka kuning berkibar menangisi kepensiunan "makhluk bumi" kita, kan? *** Dan di sini terciptalah aku dan dia, dalam rindu dan ingatan masing-masing yang tidak pernah sama..All Rights Reserved