Forced ; [Bae Jinyoung]

Forced ; [Bae Jinyoung]

  • WpView
    GELESEN 507
  • WpVote
    Stimmen 69
  • WpPart
    Teile 9
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juli 9, 2020
WpInfo
Fanfic
Wanna One
"Dulu perasaan gue sama Lo itu cuma sebatas senior sama junior, tapi setelah kejadian itu gue suka sama Lo. Gue juga gak tau kenapa gue bisa suka sama Lo Bae" -Rain ~~~ "Gue udah gak bisa nahan perasaan gue sama Lo Rain, Gue juga suka sama Lo. Gue suka sama Lo itu udh lama, dan gue udah gak bisa nahan perasaan gue sama Lo Rain" -BaeJin .......... . . . n
Alle Rechte vorbehalten
#161
wannable
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Black Out III
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • STEP-BOYFRIEND
  • Feeling (Jjk - Iny) [Complete]
  • Jihoon Story (Nielwink)
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • Your Felling And Falling | 너의 사랑
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • SEVEN POSSESSIVE BROTHERS [BTS] - INEFFABLE

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien