ELEGI RINDUKU

ELEGI RINDUKU

  • WpView
    GELESEN 13
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Jan. 25, 2019
🌹 E L E G I R I N D U K U 🌹 Tlah sekian lama ku rasa Rasa tuk selalu menyapa Rasa ingin selalu bersua dan bercanda Namun semua hanya pada tataran angan belaka Rinduku kan selalu tersimpan gagu Ku simpan rapi di dalam lemari kalbuku Bahkan anginpun tak mampu Badai kencangpun tak kan pernah mau Sampaikan betapa ku inginkan dia selalu Betapa pilu betapa sendu Bergurauku hanya pada bayang-bayang Nan jauh tinggi di atas khayalan beku Satu hal mustahil kan bisa menyatu Derita cinta nan tak pernah terobati Walau sekuat tenaga ku tuk lalui Biarkan jadi elegi Syair kasmaran yang tlah tercurangi Sampai kapankah akupun tak tahu Rindu ini selalu temani aku Pada ujung malampun ku selalu ragu Menanti jawaban bagai buluh perindu Enyahkan rasa ini kan sulit nampaknya Bagai mendulang air ku jadinya Rindu nan tak terperi tak henti-henti Biarkan tetap jadi elegi Satu hal yang ku tahu pasti Derita rindu tak kan pernah mati
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • My Diary
  • After My Prayed
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • ALONE
  • dimana janji tersebut
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • My Quuen is Bad Gril
  • Always Be With You

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien