CLICK
  • WpView
    Reads 1,741
  • WpVote
    Votes 233
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sepatu kecilnya berhenti melangkah. Ekspresi yang tadi ceria berubah seketika. Iris matanya membulat, tiba-tiba air matanya keluar tanpa diperintahkan. Dia Zania Asykira Syifa sang pemilik iris mata hitam lekat. Tiba-tiba dari belakang matanya ditutup. Entah siapa itu. Dia memeluk Zania erat tak ingin membiarkan semuanya dilihat anak sekecil itu. Dia membisikkan kata-kata 'semuanya akan baik-baik saja.' Dia membawanya Zania jauh dari tempat semula. Tidak ada penolakan. Diam. Zania seperti membisu. Jiwanya seperti hilang. Hanya air mata lah sebagai tanda bahwa dia tidak baik-baik saja. Kehidupannya dengan tiba-tiba berubah 180 derajat. Apakah dia mampu untuk mengatasinya? atau terjebak dalam lingkup yang tak tau arahnya akan kemana? Inilah kisah Zania Asykira Syifa. Gadis ber iris mata hitam lekat dengan segala lika liku kehidupannya. ♡♡♡ #happyreading Ttd Selindewf 🍁🍁🍁 #enjoy :)
All Rights Reserved
#27
goodgirls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • SeLYna🍂
  • JEAN
  • Maaf' (Revisi)
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Berandalan [END]
  • Letter From Ara (END)
  • 1001 Luka [On Going]
  • Lantas (END)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines