My Possesive Husband

My Possesive Husband

  • WpView
    Reads 4,560
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
AKU KAN SELALU BILANG SAMA KAMU STOP UNTUKK BEKERJA KENAPA SIH KAMU ITUH SUSAH DIBILANGIN HAHH... Aku gak mau kamu cape,, aku gak mau kamu banyak pikirann,,, aku cuman ingin kamu merawat anak2 meskipun aku kerja setidaknya dia masih ada kasih sayang dan support dari mommy nya meskipun dari aku enggak.. Ucap rafa yang mulai marah AKU BINGUNG SAMA JALAN PIKIRAN KAMU... SEBENRNYA MAU KAMU APAH HAHH!!! Apah kurang aku ngasih uang bulanan ke kamu kurang hah!!! Jdi selama ini benr apa yg dikatakan asisitenku bhwa kmu kerjaa dan bodohnya aku gak percaya gtu ajah sma dia bentak rafa yang mulai memanas amarahnya Penasaran??? Jangan lupa baca yah😉😉😉 dan jangan lupa di follow
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • My Beloved Wife
  • New Possessive Family
  • Delapan Pemain Satu Batas 1
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • SARAH STORY
  • Transmigrated as twins
  • When Mom Knows Us
  • My Boss My Husband
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines