After The Stars

After The Stars

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
Semua yang hadir karna air mata kembali hilang bersama air mata. Sebuah melodi kasih terikat akan sinar. Sinar yang selama ini membelenggu di balik rintihan. Sila yang terluka oleh cahayanya kembali menemukan itu di diri Ari. Namun, ternyata cahaya itu milik Alex. Alex yang telah lama mencari Sila dikegelapan kini menemukan cahaya itu. Namun saat mereka saling melengkapi pada satu kejora yang elok. Bian hadir membuatnya kembali merintih. Merintih di antara sebuah dilema. Mungkin sang waktu tak mengerti kita kali ini. Menghadirkannya dan menjemputnya tanpa kita memgerti. Maafkan aku, ini pilihanku dan jalanku. Pergi bersama semua rintihan ini Bintangku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Next Day
  • Stranger | Orine
  • Auristela
  • Silent Scars | Orine
  • FALLING IN LOVE
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • DIM STARLIGHT
  • Triangle 2

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines