We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Eccedent

Eccedent

  • WpView
    Reads 422
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Vazo Delize Nataniel, si dinginnya SMA Trimurti. Kata orang Vazo adalah sosok yang sempurna, sosok yang tanpa celah sedikitpun. Tetapi manusia tidak ada yang sempurna bukan? yang orang lihat bukan aslinya tapi topengnya. Rain Dharmada, pelaku yang selama ini keluar masuk ruang BK. Apa Rain tidak bosan masuk ruang BK? tidak, sekalian sillahturahmi, umur tidak ada yang tau kan, pikirnya. Rain dikenal dengan sosok yang periang dan pembuat onar tentunya, sampai-sampai mereka tertipu oleh aslinya. "Kebodohanku adalah percaya kepadamu sepenuhnya." -Rain "Kebodohanku adalah memberikanmu sebuah luka." -Vazo
All Rights Reserved
#861
hurt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKRIPSUIT  ✔
  • LEON
  • Beautiful Girl [END]
  • Nava & Gaza [END]
  • Eramnesia
  • Why I miss you [ Tamat ]
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • Only Hope

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines